SELAMAT DATANG DI WEBSITE BAPPEDA KABUPATEN BENGKULU SELATAN

Peluncuran Buku Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035



Pada hari Rabu (29/1/2014), bertempat di Istana Negara, Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono, meluncurkan Buku Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035. Peluncuran buku antara lain dihadiri oleh anggota DPR RI, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Kepala Lembaga, para Gubernur, para Kepala Bappeda Provinsi, para mitra pembangunan, serta berbagai perwakilan organisasi profesi, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat.

Penyusunan buku ini dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan melibatkan Kementerian Kesehatan, Badan Pusat Statistik,  BKKBN, dan didukung oleh UNFPA, selanjutnya dilaporkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Dalam kesempatan ini, Presiden RI menyampaikan bahwa kependudukan merupakan topik yang sangat penting dalam pembangunan, karena pembangunan manusia pada dasarnya ditujukan kepada manusia atau people-centered development. Namun pada saat yang sama manusia adalah pelaku utama dari pembangunan itu sendiri yang diukur dari human resource development atau kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pembangunan manusia harus menjadi prioritas dalam pembangunan.

Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh dari 237,6 juta jiwa sebagaimana dilaporkan oleh Sensus Penduduk Tahun 2010 menjadi 271,1 juta jiwa pada tahun 2020, dan 305,6 juta pada tahun 2035. Indonesia saat ini sedang memasuki masa di mana penduduk usia produktif terus meningkat jumlah dan proporsinya. Kontribusi penduduk usia produktif ini telah terlihat dari peningkatan PDB yang stabil seperti juga terlihat di beberapa negara yang mengalami fenomena kependudukan dan ekonomi yang sama, seperti Brazil, Rusia dan India yang juga mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Untuk itu, bonus demografi ini harus dipersiapkan melalui investasi di bidang kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, kependudukan, keluarga berencana, dan ekonomi. Investasi ini diperlukan untuk menjamin angkatan kerja terdidik dan terampil, sehat, serta mempunyai kesempatan kerja yang layak. Jika momentum ini tidak disiapkan dengan baik, maka yang akan dihadapi bukanlah bonus demografi, tetapi justru sebaliknya, yaitu meningkatnya potensi pengangguran, konflik sosial, dan beban masalah kesehatan.

Sehubungan dengan itu, Presiden RI menekankan pentingnya proyeksi penduduk sebagai prasyarat untuk merumuskan perencanaan pembangunan di masa depan secara lebih efektif dan efisien. Informasi kependudukan yaitu jumlah dan komposisinya dapat membantu kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk menentukan besaran sasaran yang akan dicapai. Sebagai contoh, dengan proyeksi ini dapat diketahui berapa jumlah penduduk yang harus mendapatkan pelayanan pendidikan, yang harus disediakan lapangan pekerjaannya, dan jumlah penduduk yang harus mendapatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional.

Presiden RI juga mengemukakan bahwa proyeksi penduduk tersebut disusun dengan menggunakan berbagai asumsi yang tentunya harus diupayakan untuk dicapai. Angka kelahiran total diasumsikan turun dari 2,5 pada tahun 2010 menjadi 1,9 anak per perempuan usia reproduksi pada tahun 2035. Penurunan angka kelahiran ini sangat ditentukan oleh upaya pengendalian kuantitas penduduk yang terutama dilakukan melalui program kependudukan dan keluarga berencana. Ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar dan tidak cukup diemban hanya oleh BKKBN dan Kementerian Kesehatan saja.

Untuk itu Presiden RI meminta semua pihak untuk kembali mengobarkan slogan "DUA ANAK CUKUP" dan melaksanakan program keluarga berencana secara baik, dengan mengindahkan budaya, agama, dan hak asasi manusia. Dua anak cukup dimaksudkan agar setiap keluarga dapat memberikan pengasuhan kepada anak secara baik, memberikan layanan kesehatan dan pendidikan dengan lebih optimal, dan tentunya secara ekonomi mampu memberikan kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya.

Presiden RI juga menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Pembangunan tidak akan efektif dan efisien apabila dilakukan oleh masing-masing sektor saja. Oleh karena itu, berbagai sekat-sekat antarsektor dan antardaerah harus dihilangkan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI menyerahkan secara simbolik Buku Proyeksi Penduduk Tahun 2010-2035 kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Dalam Negeri, dan Gubernur Sulawesi Selatan selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Diharapkan informasi yang tertuang dalam buku proyeksi tersebut dapat digunakan oleh semua pihak untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
 
untuk download Buku Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 klik link di bawah ini
 http://bappenas.go.id/index.php/download_file/view/15631/4575/?&kid=1393088095
Sumber: Bappenas.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar