Bappeda BS Gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kab.Bengkulu Selatan

Kota Manna.- Dalam rangka melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan di Kab. Bengkulu Selatan dan untuk mengimplementasikan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 tahun 2020 tentang tata kerja dan penyelarasan kerja serta pembinaan kelembagaan dan sumberdaya manusia, Bappeda BS lakukan rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di kab.bengkulu selatan dengan tema ” Peningkatan Kualitas sumber daya manusia dalam upaya pemuktahiran data DTKS yang tepat sasaran”.

Acara yang digelar di ruang pola Bappeda Litbang BS ini sendiri dibuka langsung oleh wakil Bupati Bengkulu Selatan Rifa’i Tajjudin dan dihadiri oleh seluruh kadis OPD di Kabupaten Bengkulu Selatan. Rapat ini sendiri digelar untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI dalam hal penanggulangan kemiskinan.

Kepala Bappeda BS Sukarni SP. MSi dalam hal ini diwakili langsung oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Rendra Febrianto, SS, M.Si menyampaikan persentase penduduk miskin provinsi bengkulu pada september 2020 sebesar 15,30% dilihat dari posisi relatif dan masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 10,19%, dan persentase penduduk miskin Provinsi Bengkulu apabila dibandingkan dengan provinsi lain di wilayah sumatera pada tahun 2020 berada pada urutan ke dua dan lebih rendah dibandingkan dengan provinsi Aceh.

Sedangkan kemiskinan di Kabupaten Bengkulu Selatan kurun waktu tiga tahun terajhir terus mengalami penurunan hingga menjadi 17,82% pada September 2020. Namun akibat pandemi covid 19 persentase penurunan kemiskinan di Kab. Bengkulu Selatan tidak terlalu signifikan dimana Kab. Bengkulu Selatan msih masuk kategori termiskin ke tiga setelah Kab. Kaur dan Kab. seluma.

Pada saat pandemi Covid 19 kemiskinan di Kab. Bengkulu Selatan tahun 2020 relatif terjaga dan hanya menurun sebesar 1,0% lebih rendah dari angka kemiskinan sebelumnya di tahun 2019.

Persentase penduduk miskin Kab.Bengkulu Selatan terus mengalami penurunan sejak tahun 2015 dari 22,76% menjadi 17,82% pada tahun 2020. Disamping itu garis kemiskinan juga mengalami pemingkatan dari 377,823 rupiah pada tahun 2019 menjadi 394,513 rupiah di tahun 2020.

Rendra Febrianto, SS, M.Si juga menambahkan dalam kurun waktu empat tahun terakhir dari tahun 2017 sebanyak 32.660 jiwa penduduk miskin turun menjadi 29.190 jiwa ditahun 2018. Namun pada tahun 2019 jumlah penduduk miskin sedikit naik 29.030 jiwa hal ini disebabkan banyak faktor dimana diantaranya kenaikan harga kebutuhan makanan dan turunnya harga jual hasil pertanian. Dan pada tahun 2020 jumlah penduduk miskin kembali turun menjadi 28.410 jiwa, tegas beliau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here