FGD Lanjutan Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten Bengkulu Selatan

Senin (14/10), Bappeda Litbang Bengkulu Selatan menyelenggarakan focus group discussion (FGD) sebagai bagian dari upaya peninjauan kembali (PK) atas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bengkulu Selatan yang telah ditetapkan dengan Perda Nomor 8 Tahun 2011. FGD yang dilaksanakan di Ruang Pola Bappeda Litbang Bengkulu Selatan, dibuka oleh Sekretaris Daerah Yudi Satria, SE.MM. dan dihadiri oleh seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, serta dari perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Yudi mengatakan bahwa Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra pertumbuhan perekonomian regional Provinsi Bengkulu, yang merupakan salah satu simpul konektivitas dari distribusi barang dan jasa yang menghubungkan 3 provinsi bagian selatan. Maka dari itu, dalam rangka memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan menyikapi adanya dinamika pembangunan yang sangat dinamis, sehingga perlu adanya penyelarasan antara rencana pembangunan dengan kebutuhan akan ruang bagi semua stakeholder di Kabupaten Bengkulu Selatan, maka dirasa perlu dilakukan peninjauan kembali RTRW Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kepala Bappeda Litbang Ir. Jonior Hafis, MP didampingi Kabid. PSI Dwi Prian Dona, ST mengatakan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (1) Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2017 bahwa peninjauan kembali RTRW dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Peninjauan kembali RTRW ini merupakan bagian dari evaluasi dan sekaligus memberikan arahan bagi upaya peningkatan kesesuaian penggunaan ruang, yang nantinya dijadikan sebagai referensi dalam revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2020.

Penataan ruang pada dasarnya adalah suatu proses, yang meliputi proses perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan sebagai suatu sistem. Salah satu bagian penting dari proses terus menerus tersebut adalah evaluasi dan review terhadap produk perencanaan tata ruang untuk melihat apakah terjadi perubahan mendasar atau tuntutan lain yang membutuhkan peninjauan kembali (PK) terhadap RTRW tersebut. Proses peninjauan kembali RTRW dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan yaitu; (i) pengkajian, (ii) evaluasi, serta (iii) penilaian terhadap rencana tata ruang dan penerapannya, tutup Dwi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here