KONSULTASI PUBLIK RKPD KABUPATEN BENGKULU SELATAN TAHUN 2022

Pemantapan Pemulihan Ekonomi Untuk Pertumbuhan Berkualiatas Dan Berdaya Saing

Kota Manna,- Bertempat di Ruang Aula Bappeda Kamis 4 Maret 2021 bappeda-Litbang Bengkulu Selatan melalui Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) melaksanakan kegiatan Konsultasi Publik RKPD Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2022.

Tujuan diadakannya konsultasi publik RKDP ini adalah untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di Kabupaten Bengkulu Selatan, dimana Pemerintah Daerah menyusun dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 sesuai amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Berdasarkan ketentuan pasal 80 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, bahwa rancangan awal RKPD dibahas bersama dengan kepala Perangkat Daerah dan pemangku kepentingan dalam forum konsultasi publik untuk memperoleh masukan dan saran penyempurnaan.

Acara ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, selain Bupati hadir pula perwakilan dari semua OPD, Kecamatan, LSM dan Organisasi Kemasyarakatan yang berada di lingkup Kabupaten Bengkulu Selatan. Dalam kesempatan ini kepala bappeda-Litbang Sukarni SP.M.Si memberikan arahan dimana pada tahun 2021 ini Bppeda-Litbang wajib menyusun RPJMD tahun 2021-2026 dan RKPD Tahun 2022. Dalam penjelasannya Kabupaten Bengkulu Selatan masih mempunyai permasalahan pembangunan daerah dimana masih tingginya angka kemiskinan hal ini juga disebabkan karena masih rendahnya tingkat pendapatan masyarakat ( dibawah UMP ), pada sektor pendidikan masih rendahnya kualitas dan akses layanan pendidikan, untuk sektor kesehatan sendiri masih belum optimalnya kualitas dan akses kesehatan, sektor pekerjaan umum sendiri tingkat kemantapan infrastruktur masih belum memadai, dan untuk sektor ketenagakerjaan masih kurangnya daya serap lapangan pekerjaan.

Berdasarkan permasalahan dan isu strategis yang ada maka pembangunan di kabupaten bengkulu selatan difokuskan untuk percepatan penanganan diantaranya pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, optimalisasi komoditas unggulan dan hilirisasi menuju kemandirian ekonomi, pengembangan infrastruktur berkualitas, pembangunan kawasan sumber ekonomi terpadu berbasis agroindustri dan transformasi tata kelola pemerintahan dan birokrasi berbasis teknologi informasi.

Terakhir Sukarni SP.M.Si menyampaikan rencana tindak lanjut pembangunan harus bersinergi bersama untuk memfokuskan dan melakukan percepatan pelaksanaan pembangunan daerah, penguatan penerapan inovasi diseluruh perangkat daerah untuk peningkatan kualitas pelayanan yang berbasis teknologi informasi tanpa APBD dan membangun kerjasama untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan secara masif dan kolektif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here