MUSRENBANG RKPD KECAMATAN BUNGA MAS TAHUN 2020

Senin, (03/20) musyawarah rencana pembangunan (MUSRENBANG) tingkat kecamatan sebagai bagian dari tahapan proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2021 telah dimulai dan Kecamatan Bunga Mas menjadi giliran pertama dari sebelas kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan. Acara dibuka secara resmi oleh Bupati yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Yudi Satria, SE,MM.

Dalam sambutannya, Yudi Satria mengatakan bahwa setiap komponen masyarakat harus bersama-sama dan terlibat dalam proses pembangunan daerah. Setiap usulan pembangunan yang disampaikan harus berdasarkan kebutuhan daerah dan bukan berdasarkan keinginan. “Dengan kekompakan dan keterlibatan setiap elemen lapisan masyarakat, maka Bengkulu Selatan EMAS dapat kita wujudkan,” ujar Yudi.

Kepala Bappeda Litbang Bengkulu Selatan, Sukarni Dunip, SP.M.Si menyatakan bahwa Musrenbang dimulai dari tingkat desa/kelurahan dan setiap usulan harus diinput ke dalam aplikasi perencanaan yang telah disiapkan oleh Bappeda Litbang dengan alamat web http://sipda.bengkuluselatankab.go.id.

“Musrenbang merupakan forum antar pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati program dan kegiatan prioritas yang tercantum dalam daftar usulan Rencana Kegiatan Pembangunan desa/kelurahan, yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Selatan,” tegas Sukarni.

“RKPD tahun 2021 merupakan perencanaan tahun terakhir RPJMD 2016-2021, dimana fokus pada program pengembangan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, pengentasan kemiskinan, peningkatan dan pemerataan infrastruktur, pengembangan potensi unggulan daerah (jagung, patin, sawit, ternak, dan lain-lain), pengembangan pariwisata, dan progran CintaBS”, tambah Sukarni.

Camat Bunga Mas Ir. Miran dalam sambutannya mengatakan, “Berdasarkan usulan dari masyarakat Kecamatan Bunga Mas sangat membutuhkan tiang listrik untuk penerangan desa, breakwater atau pemecah gelombang di sepanjang pantai dikarenakan abrasi laut sudah mengancam sawah penduduk, dan juga sumber air bersih dari jaringan PDAM disebabkan masyarakat masih banyak yang mengalami kesulitan air bersih.” tutup Miran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here