Optimalisasi Sumber Pendapatan Daerah melalui DAK

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, dan kekhasan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk itu, Pemerintah Daerah harus selalu mengedepankan kepentingan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar yang bersifat prioritas dan strategis serta berorientasi pada pemenuhan pelayanan dasar masyarakat. Berkaca pada potensi daerah yang masih terbatas, maka optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah sebagai modal untuk melaksanakan pembangunan di semua sektor terutama yang bersumber dari Pemerintah Pusat mutlak diperlukan.

Kasubbid. Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Bappeda Litbang, Ii Suhantri, SP.,M.Si mengatakan, ”Bahwa jika menilik kondisi APBD Kabupaten Bengkulu Selatan, postur APBD masih di dominasi oleh dana yang bersumber dari pendapatan transfer, yaitu dana perimbangan yang didalamnya ada Dana Transfer Umum (Dana Bagi Hasil dan Dana Alokasi Umum) serta Dana Transfer Khusus (DAK Fisik dan DAK Non Fisik). Sebagai contoh, komposisi pendapatan dalam postur APBD Kabupaten Bengkulu Selatan tahun anggaran 2019 adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 15%, Pendapatan Transfer 80% dan 5 % dari Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.

“Hal ini harus menjadi perhatian dari Pemerintah Daerah, bahwa pilihan terbaik untuk mendongkrak pendapatan daerah adalah dengan menarik dana-dana dari pusat sebanyak-banyaknya, namun tentunya dengan mekanisme yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, seperti pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK),” lanjut Ii.

Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus mengalami trend peningkatan yang positif pada tahun 2019 yaitu sebesar Rp. 223 Milyar lebih, atau mengalami peningkatan kurang lebih 45% dibandingkan alokasi tahun 2018. Dan pada tahun 2020 diharapkan alokasi DAK mengalami peningkatan, dimana saat ini total usulan DAK yang sudah berada pada status accepted Rp. 192 Milyar lebih dari total usulan sebesar Rp. 511 Milyar lebih. Angka ini masih memungkinkan untuk bertambah, mengingat masih ada 5 tahapan lagi sampai nanti ditetapkan Rencana Kegiatan (RK) , tutup Ii.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here