RAPAT KOORDINASI PEMBANGUNAN TRIWULAN II TAHUN ANGGARAN 2020

Bertempat di Aula Bappeda Litbang Bengkulu Selatan Kamis 23 juli 2020 telah dilaksanakan Rapat koordinasi Pembangunan Triwulan II Tahun Anggaran 2020 yang dihadiri Langsung Oleh Bupati Bengkulu Selatan, Asisten II dan semua OPD yang ada di jajaran kabupaten bengkulu selatan.

Dalam rapat tersebut kepala Bappeda Litbang bengkulu selatan Sukarni,SP.M.Si menjelaskan beberapa hal antara lain gambaran umum kondisi daerah,kependudukan ,indeks pembangunan manusia, kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

Beliau juga menjelaskan gambaran pendapatan daerah sebelum dan sesudah pergeseran APBD tahun 2020 yang berdampak pada rasionalisasi belanja OPD ,penyesuaian (penundaan) beberapa program prioritas dan penyesuaian target kinerja pemerintah daerah.

Selain memberikan penjelasan gambaran pendapatan daerah Sukarni,SP.M.Si juga menyampaikan gambaran belanja daerah sebelum dan sesudah pergeseran APBD tahun 2020 yang berdampak pada rasionalisasi belanja OPD untuk penanganan Covid-19, penyesuaian (penundaan) beberapa program prioritas dan penyesuaian target kinerja pemerintah daerah.

Sukarni,SP.M.Si juga mengevaluasi kerja organisasi perangkat daerah dalam pelaksanaan program/kegiatan prioritas sesuai tusi dan kewenangan urusan masing-masing.

Dalam hal tersebut beliau menyampaikan OPD,terutama yang melaksanakan urusan pemerintahan wajib berkaitan dengan pelayanan dasar, sebagian besar belum memenuhi pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) sesuai dengan permendagri tahun 2018.Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi serta program/kegiatan prioritas,OPD belum memiliki dan belum terbiasa untuk menciptakan inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. OPD masih belum memiliki basic perencanaan yang kuat dalam upaya pencapaian target kinerja dan peningkatan produktivitas. Hal ini terlihat masih banyak OPD tidak memiliki dokumen penting sebagai dasar pengusulan program/kegiatan. Dalam pelaksanaan program/kegiatan masih banyak OPD yang berorientasi output namun melupakan outcom sehingga transformasi ilmu dan penguatan kompetensi SDM berkualitas yang sustainable (berkelanjutan) tidak tercapai. Pola pengembangan kualitas SDM dan penguatan kinerja sub bagian perencanaan di OPD masih cenderung lemah tidak sebanding dengan tuntutan kerja yang tinggi sehingga berimbas pada subtansi kinerja perencanaan.

Pada rapat koordinasi Pembangunan Triwulan II Tahun Anggaran 2020 beliau juga menyampaikan beberapa catatan dan rekomendasi kepada peserta rapat.

Dalam rangka peningkatan kinerja OPD disarankan setiap OPD mulai membangun system untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pungsi masing-masing termasuk salah satunya system yang terkait dengan ASN, diharapkan kepada seluruh kepala OPD untuk dapat mendorong pelaksanaan reformasi birokrasi pada OPD masing-masing dan dilakukan PMPRB (penilaian mandiri penerapan reformasi birokrasi) secara berkala dan berkoordinasi dengan inspektorat, kepada OPD pengampu DAK baik DAK dari awal maupun DAK pemilihan dari dana cadangan sesuai perpres NO.72 Tahun 2020 diharapkan dapat melakukan percepatan pelaksanaan DAK tersebut, diharapkan kepala OPD dapat merumuskan dan membangun serta mengembangkan minimal satu inovasi pada OPD nya masing-masing guna peningkatan kualitas kinerja serta penguatan kapasitas OPD, diharapkan kepada kepala OPD untuk mengutamakan pemenuhan pencapaian SPM sesuai urusan pemerintah yang menjadi kewenangan masing-masing salah satunya dengan menyusun tim pelaksana pencapaian SPM pada OPD ungkap beliau.

Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi,MM Dalam Rapat koordinasi Pembangunan Triwulan II Tahun Anggaran 2020 juga memberikan arahan dan evaluasi kondisi APBD Tahun 2020 dimana setelah Covid-19 sangat berdampak pada penurunan pendapatan dari dana transfer ke daerah dan berimbas besar bagi perekonomian daerah dan membawa dampak sosial seperti pertumbuhan ekonomi,angka kemiskinan dan tingginya tingkat pengangguran.

Bupati Bengkulu Selatan juga memberikan program prioritas yang diarahkan untuk mengungkit pengentasan kemiskinan melalui sentuhan penguatan ekonomi masyarakat antara lain Universal Healt Converage/Jaminan Kesehatan Semesta, jemput sakit pulang sehat (JSPS), satu perawat satu desa (SPADA), bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA), kabupaten Hafiz (bebas buta baca tulis Al’Quran), satu keluarga satu sapi (SAKTI), penumbuhan kampung ternak intensif terpadu (PATEN), bengkulu selatan sentra jagung nasional, bengkulu selatan sentra patin, peremajaan kebun sawit (Replanting Sawit), penyediaan infrastruktur dasar strategis dan pengembangan destinasi wisata unggulan daerah.

Terakhir beliau menyampaiakan dengan adanya program prioritas pemerintah daerah diharapkan Kabupaten Bengkulu Selatan dapat menjadi Kabupaten yang kompeten dalam segala hal dan beliau juga mengajak seluruh OPD di jajaran Kabupaten Bengkulu Selatan dapat menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here