Susun Indikator Makro, Bappeda Litbang Kunjungi BPS Bengkulu Selatan

Tahun 2021, Bappeda Litbang Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai perangkat daerah yang membidangi urusan perencanaan, mengkoordinasikan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahunan (RKPD tahun 2022) dan perencanaan jangka waktu lima tahunan (RPJMD tahun 2021-2026). Guna perumusan indikator makro daerah sebagai target kinerja Pemerintah Daerah dan untuk mendapatkan masukan terhadap data, informasi serta analisa terutama program pengentasan kemiskinan, Bappeda Litbang berkoordinasi ke BPS Kabupaten Bengkulu Selatan (Selasa, 16/2).

Acara yang digelar di ruang rapat BPS Kabupaten Bengkulu Selatan tersebut, diikuti oleh seluruh pejabat struktural Bappeda Litbang (Esselon II, III, IV) dan langsung di terima oleh Kepala BPS beserta pejabat dan staf BPS Kabupaten Bengkulu Selatan.

Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Selatan, Ir. Arbi menyambut baik kunjungan dari Bappeda Litbang sebagai upaya untuk membangun koordinasi dan kesepahaman tentang pentingnya data serta bagaimana memanfaatkan data untuk penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Pada saat menyampaikan sambutan, Kepala Bappeda Litbang, Sukarni, SP.M.Si. menyampaikan bahwa kebutuhan akan data yang update dan valid sangat krusial dalam menunjang penyusunan perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan daerah yang baik dan tepat.

“Kami menyadari bahwa data menjadi kunci penentu baik dan akuratnya kualitas perencanaan serta kebijakan pembangunan yang dirumuskan Pemerintah Daerah. Untuk itu, melalui koordinasi yang dilakukan diharapkan diperoleh pemahaman tentang capaian indikator makro daerah, terutama terkait dengan upaya penurunan angka kemiskinan di Bengkulu Selatan,” ungkap Sukarni.

Sukarni menambahkan, perlu dilakukan analisa dan kajian bersama terkait dengan indikator makro daerah yang menurutnya belum pas, yaitu masih tingginya angka kemiskinan di Bengkulu Selatan, sedangkan pada saat yang sama IPM tinggi dan angka pengangguran rendah.

“Ada satu fenomena yang harus dilakukan kajian lebih lanjut, bahwa IPM Bengkulu Selatan tertinggi kedua di Provinsi Bengkulu 70,63 dengan Tingkat Pengangguran Terbuka juga rendah 3,52, namun angka kemiskinan sangat tinggi 17,82 yang menempatkan Bengkulu Selatan termiskin ketiga se-Provinsi Bengkulu. Ini yang akan kita bahas bersama,” tambah Sukarni.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan rumusan proyeksi indikator makro ekonomi daerah selama 5 (lima) tahun dari tahun 2021-2025 sebagai bahan dalam menetapkan target kinerja pada dokumen RKPD dan RPJMD Kabupaten Bengkulu Selatan.