Bappeda Litbang Bengkulu Selatan Mantapkan Sinergi Pusat dan Daerah, Dorong Transformasi Digital Lewat Geoportal
Manna, 6 November 2025 – Dalam upaya memperkuat koordinasi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) menyelenggarakan kegiatan Rapat Sinkronisasi Program dan Kegiatan Pusat dan Daerah serta Sosialisasi Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi Geoportal, Kamis (6/11), bertempat di Aula Bappeda Litbang Bengkulu Selatan.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Sukarni, S.P., M.Si, yang hadir mewakili Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bappeda Litbang, Fikri Aljauhari, S.STP, MM, Kabid Perekonomian, SDA dan Infrastruktur (PSI), Dwi Prian Dona, ST, ME, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Bengkulu Selatan, perwakilan BPS, akademisi Universitas Bengkulu, serta sejumlah pejabat fungsional perencana.
Sinkronisasi untuk Pembangunan yang Terarah dan Efektif
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Sukarni, S.P., M.Si. menegaskan pentingnya kegiatan sinkronisasi sebagai langkah strategis dalam memastikan seluruh program pembangunan di Bengkulu Selatan berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional.
“Pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri. Ia harus selaras dengan kebijakan pusat agar mampu menghadirkan hasil yang terukur, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui forum sinkronisasi ini, kita pastikan setiap program daerah sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029,” ujar Sukarni dalam sambutannya.
Beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antar-perangkat daerah, sehingga proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan dapat berjalan terpadu dan transparan.
Bappeda Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Geoportal
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang, Fikri Aljauhari, S.STP, MM, dalam arahannya menyampaikan bahwa Pemkab Bengkulu Selatan tengah berkomitmen penuh mendorong transformasi digital tata kelola pemerintahan daerah, salah satunya melalui Aplikasi Geoportal.
“Geoportal bukan sekadar aplikasi. Ini adalah langkah nyata menuju pemerintahan berbasis data spasial yang terintegrasi. Melalui Geoportal, semua informasi terkait lokasi, ruang, dan pembangunan dapat diakses secara terbuka, akurat, dan mudah dipetakan untuk mendukung pengambilan keputusan,” terang Fikri.
Ia menambahkan bahwa implementasi Geoportal merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bupati Bengkulu Selatan Nomor 12 Tahun 2025 tentang Pedoman Pembangunan Infrastruktur Informasi Geospasial Daerah, yang mengamanatkan agar seluruh data spasial daerah dikelola melalui simpul jaringan informasi geospasial.
Dengan langkah ini, Bengkulu Selatan siap menjadi salah satu daerah pionir dalam penerapan sistem informasi geospasial di tingkat regional.
Kolaborasi Antar-OPD Jadi Kunci Keberhasilan
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Perekonomian, SDA dan Infrastruktur (PSI), Dwi Prian Dona, ST, ME, memberikan arahan teknis mengenai pentingnya kolaborasi antar-OPD dalam memperbarui dan memanfaatkan data spasial daerah.
“Kekuatan data terletak pada kolaborasi. Ketika seluruh perangkat daerah aktif memperbarui dan membagikan data spasialnya, maka perencanaan pembangunan akan jauh lebih presisi dan berbasis bukti (evidence-based planning),” ujar Dwi.
Menurutnya, Geoportal menjadi jembatan antara teknologi, kebijakan, dan masyarakat. Sistem ini tidak hanya mempercepat akses informasi, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.
Menuju Pemerintahan Digital yang Adaptif dan Responsif
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah bersama Kepala Bappeda Litbang. Para peserta aktif memberikan masukan, berbagi pengalaman, serta menyampaikan tantangan yang dihadapi di lapangan dalam implementasi program lintas sektor.
Dengan terselenggaranya rapat sinkronisasi dan sosialisasi Geoportal ini, diharapkan setiap perangkat daerah dapat lebih memahami pentingnya integrasi data dan koordinasi lintas instansi. Pemkab Bengkulu Selatan optimis, langkah ini akan menjadi pondasi kuat menuju pemerintahan daerah yang cerdas, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik yang unggul.
“Kita tidak bisa menunda lagi transformasi digital. Geoportal akan menjadi fondasi besar dalam membangun Bengkulu Selatan yang adaptif, responsif, dan berbasis data,” tutup Sekda Sukarni.


