Bappeda Bengkulu Selatan Gaskeun Program “Gegeghaman”, Dorong Kemandirian Pangan dari Rumah Warga
Bengkulu Selatan – Bappeda Litbang Kabupaten Bengkulu Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peluncuran program strategis Gerakan Gemar Menanam Tanaman Pangan (Gegeghaman). Program ini dibahas secara serius dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Bappeda-Litbang, Rabu (15/04/2026).
Rapat koordinasi tersebut dibuka langsung oleh Staf Ahli Bupati Bengkulu Selatan Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Sukarni, S.P., M.Si, yang mewakili pemerintah daerah dalam mengawal arah kebijakan strategis pembangunan berbasis ketahanan pangan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari jajaran OPD terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, hingga unsur penyuluh pertanian dan perencana daerah. Kehadiran lintas sektor ini menandakan bahwa program Gegeghaman bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan kolektif yang akan diimplementasikan secara masif di tengah masyarakat.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara mendalam rencana aksi yang akan dijalankan guna memastikan program Gegeghaman mampu menjadi gerakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Fokus utama program ini adalah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri, sekaligus sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi dan ketahanan pangan global.
Sukarni, S.P., M.Si dalam sambutannya menekankan bahwa program Gegeghaman merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks. Ia menyampaikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, melalui gerakan ini, pemerintah ingin membangun kesadaran kolektif bahwa setiap rumah tangga memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan.
“Gerakan Gemar Menanam Tanaman Pangan ini bukan sekadar program biasa, tetapi sebuah gerakan perubahan pola pikir masyarakat. Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen pangan di lingkungannya sendiri,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Sukarni juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, keberhasilan Gegeghaman sangat bergantung pada sinergi antara perangkat daerah, penyuluh, dan masyarakat.
Ia berharap, melalui langkah konkret yang dirancang dalam rapat koordinasi ini, Gegeghaman dapat segera diimplementasikan secara luas dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bappeda-Litbang Bengkulu Selatan, Fikri Aljauhari S. STP,. MM dalam paparannya menegaskan bahwa Gegeghaman merupakan program strategis yang dirancang berbasis perencanaan terintegrasi dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan menanam, tetapi juga mencakup aspek edukasi, pendampingan, hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya pangan secara mandiri.
“Gegeghaman kita desain sebagai sebuah gerakan daerah yang terstruktur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Targetnya jelas, yaitu menciptakan kemandirian pangan berbasis rumah tangga,” ungkapnya.
Fikri juga menekankan bahwa Bappeda-Litbang akan berperan sebagai koordinator dalam memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan rencana aksi yang telah disepakati bersama.
Menurutnya, keberhasilan program ini akan menjadi indikator penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia optimistis, dengan dukungan penuh dari seluruh stakeholder, Gegeghaman akan menjadi gerakan yang mampu mengubah wajah ketahanan pangan di Bengkulu Selatan menjadi lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.


