“Menuju Bapperida, Bappeda Litbang Bengkulu Selatan Perkuat Fondasi Kelembagaan”

BENGKULU SELATAN — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus mematangkan langkah strategis menuju penguatan kelembagaan perencanaan pembangunan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi perubahan STOK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) Bappeda Litbang menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) kepada Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu.

Fasilitasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses penataan kelembagaan perangkat daerah di Kabupaten Bengkulu Selatan berjalan sesuai ketentuan serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan Bappeda Bengkulu Selatan, Herlina Marnizah, S.Pi., turut mendampingi Kepala Bappeda Litbang Bengkulu Selatan dalam melakukan koordinasi dan fasilitasi bersama Biro Organisasi Setda Provinsi Bengkulu.

Koordinasi ini tidak sekadar membahas perubahan nomenklatur kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan struktur organisasi yang akan dibentuk memiliki landasan yang kuat, pembagian tugas yang jelas, serta mampu mendukung fungsi perencanaan, penelitian, pengembangan, dan inovasi di daerah.

Perubahan Bappeda Litbang menjadi Bapperida merupakan bagian dari arah penguatan ekosistem riset dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kehadiran Bapperida diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara proses perencanaan pembangunan dengan hasil penelitian, pengembangan serta inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.

Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan lembaga yang mampu mengintegrasikan perencanaan dengan riset dan inovasi dinilai semakin penting. Kebijakan pembangunan tidak hanya dituntut tepat sasaran, tetapi juga perlu didukung oleh data, kajian, analisis, serta inovasi yang relevan dengan kondisi dan karakteristik daerah.

Karena itu, proses fasilitasi perubahan STOK tersebut menjadi salah satu tahapan strategis sebelum penataan kelembagaan Bapperida Bengkulu Selatan dapat diwujudkan secara optimal.

Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan Bappeda Bengkulu Selatan, Herlina Marnizah, S.Pi., dalam pendampingannya turut memastikan berbagai substansi terkait bidang penelitian, pembangunan dan inovasi dapat terakomodasi dalam rancangan kelembagaan yang baru.

Menurutnya, penataan kelembagaan harus dilakukan secara cermat agar struktur yang dibangun tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Perubahan kelembagaan ini tentunya harus dipersiapkan secara matang, sehingga nantinya Bapperida dapat menjalankan fungsi perencanaan, riset dan inovasi secara lebih terintegrasi serta memberikan dukungan yang kuat terhadap pembangunan daerah,” demikian substansi penting yang menjadi perhatian dalam proses fasilitasi tersebut.

Koordinasi dengan Biro Organisasi Setda Provinsi Bengkulu juga menjadi ruang untuk mendapatkan masukan dan penyelarasan terhadap rancangan perubahan STOK. Hal ini penting agar struktur kelembagaan yang disusun Kabupaten Bengkulu Selatan tetap berada dalam koridor regulasi dan kebijakan penataan perangkat daerah.

Transformasi menuju Bapperida diharapkan tidak berhenti pada perubahan nama maupun struktur organisasi. Lebih jauh, perubahan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan pola kerja kelembagaan menjadi lebih adaptif, berbasis data, kolaboratif, serta berorientasi pada pemecahan masalah pembangunan.

Dengan penguatan fungsi riset dan inovasi, berbagai program pembangunan daerah diharapkan dapat dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Hasil penelitian dan kajian juga diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Langkah fasilitasi yang dilakukan Bappeda Litbang Bengkulu Selatan bersama Biro Organisasi Setda Provinsi Bengkulu menjadi bagian dari rangkaian proses menuju terwujudnya kelembagaan Bapperida yang lebih kuat dan responsif.

Ke depan, keberadaan Bapperida diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak pembangunan berbasis pengetahuan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Integrasi antara perencanaan, penelitian, pengembangan dan inovasi diharapkan mampu memperkuat kualitas kebijakan pemerintah daerah sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi lahirnya berbagai inovasi pembangunan.

Melalui proses penataan yang dilakukan secara bertahap dan terukur, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Perubahan STOK menuju Bapperida pada akhirnya bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari langkah strategis untuk membangun sistem perencanaan yang lebih kuat, inovatif dan berbasis bukti. Dengan fondasi kelembagaan yang tepat, perencanaan pembangunan diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mengantarkan Bengkulu Selatan menuju pembangunan yang lebih efektif, adaptif dan berkelanjutan.

Leave A Comment